Pemandangan jalan rusak atau jalan berlubang kerap terlihat di beberapa daerah maupun di kota salah satunya yang sedang menjadi sorotan Publik Jalan Lintas Tengah Penghubung Sekayu -Lubuk Lingau. Meski sejatinya pemerintah menganggarkan perbaikan serta perawatan jalan setiap tahun, namun tidak mengubah kondisi kerusakan jalan Lintas Tengah Provinsi Sumsel Kabupaten Musi Banyuasin.
Hal Ini terbukti dari masih adanya kasus kecelakaan yang disebabkan karena jalan rusak, terutama pengendara sepeda motor. Sehingga jalan rusak kerap menjadi kambing hitam bagi pengendara nahas.
Kali ini di laporkan warga,pada momen bahagia saat merayakan idul Fitri berubah tegang,cemas akibat insiden kecelakaan yang terjadi di Desa Pengage Kecamatan Sanga Desa.jum'at 20/3/2026
Satu pengendara motor terjatuh akibat salah satu bannya terjebblos masuk ke dalam lubang yang dalam,akibat dari insiden ini korban terpaksa di larikan ke rumah sakit terdekat.
Tolong karuanke dindo Ade keluarga nya dak budak yang kecelakaan malam kak di pengage,budaknye sudah di antar warga kerumah sakit,sampai mikak uek kabar.ungkap salah satu warga setempat
Warga mendesak Gubernur Sumsel,untuk segera memerintahkan kontraktor selaku pemenang tender agar segera mempercepat pembangunan Jalan Lintas Tengah dan menampal lobang -lobang dalam yang berpotensi membahayakan pengguna jalan,Janji Gubernur Sumsel awal tahun 2026 pembangunan jalan lintas tengah sudah di mulai namun sampai saat ini progresnya terkesan lamban, dilaporkan warga untuk wilayah Kecamatan Babat Toman sama Kecamatan Sanga Desa belum ada pengaspalan. Jalan yang rusak parah cuma di timbun dengan batu,itu hanya sebagian yang di timbun,sebagian lagi Masi banyak yang berlobang dalam.
Warga juga menekankan agar perusahaan Kontraktor selaku pemenang tender untuk lebih memperhatikan kualitas pekerjaan mengingat kondisi jalan Lintas Tengah bukan lah tanah pematang yang keras namun tanah rawah-rawah yang di timbun jadi kalau kwalitas bangunan buruk tentu akan cepat hancur.
"Kami lihat kalau dari pecahan batu timbunan itu kebanyakan keropos tidak padat kayak pecahan batu gunung. Sebelum di aspal Batu itu kalau tidak di lapisi lagi dengan pecahan batu 5x7 untuk menguncinya tentu tidak akan kuat ketika menopang beban berat kendaraan pasti ada pergeseran yang menyebabkan aspal retak dan bolong kembali.ungkap salah saktu warga. (*)









