Notification

×

Iklan

Iklan


Tag Terpopuler

Pertaruhkan Nyawa, Tim Damkar Sanga Desa Jinakkan Api di Balik Kebakaran Hebat Desa Air Balui

Rabu, 27 Mei 2026 | Mei 27, 2026 WIB Last Updated 2026-05-27T05:00:38Z


KilasSumatera.com 
Musi Banyuasin,-Keberanian dan pengabdian tinggi ditunjukkan oleh tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Sanga Desa, berhasil menjinakkan kobaran api besar yang melanda permukiman warga di Desa Air Balui,kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin. 

Meski harus mempertaruhkan nyawa dan berhadapan dengan kobaran api yang sangat besar dan resiko tinggi,tapi petugas damkar terus berjuang habis-habisan mencegah api merambat ke pemukiman lain yang lebih luas.
 
Informasi yang dihimpun, panggilan darurat diterima timnya, setelah ada warga yang melintas dari Desa Jud, desa tetangga Air Balui, melihat kepulan asap tebal sudah membumbung tinggi dan segera meminta bantuan. 

Saat tiba di lokasi, kondisi sudah cukup memprihatinkan karena dua unit rumah warga sudah dilalap si jago merah. 

Danru Pos Damkar Regu 2 Kecamatan Sanga Desa, Ari Firmansyah, mengungkapkan bahwa dirinya bersama personil damkar yang diturunkan sudah bekerja secara maksimal sejak keberangkatan hingga penanganan di lokasi.
Tim bergerak dengan kecepatan tinggi begitu menerima laporan demi meminimalisir kerugian yang lebih besar.
 

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan datang dengan kecepatan tinggi setelah menerima informasi permintaan bantuan dari masyarakat. Saat kami tiba, kondisinya sudah dua rumah telah terbakar, dan informasi ini sendiri berasal dari warga Desa Jud yang kebetulan tengah melintas dan melihat kejadian tersebut," ungkap Firmansyah,,ketika dibincangi wartawan,Selasa (26/5/2026).
 

Ia juga menjelaskan strategi teknis pemadaman yang diterapkan tim, agar api tidak semakin meluas. Penggunaan semprotan air disesuaikan dengan kondisi medan dan kekuatan api, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

 
"Masalah semprotan air, kami sudah berupaya sangat maksimal dan bekerja sesuai SOP pemadaman. 
Ada pertimbangan teknis yang kami ambil, jika kami memakai nozel yang terlalu besar, semprotan air justru tidak akan mampu menahan kobaran api yang besar, malah berisiko membuat api makin menjalar ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi kebakaran,Jika tidak tepat SOP, akan menimbulkan korban rumah lebih banyak lagi.," jelasnya.
 
Dalam penanganan insiden ini, tim damkar dari Sanga Desa juga mendapatkan dukungan personel dan peralatan dari Pos Damkar Kecamatan Babat Toman, agar proses pemadaman berjalan lebih cepat dan aman.
 
Firman menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas sudah bekerja sesuai standar, serta menjaga komitmen bahwa pos damkar tidak boleh dalam keadaan kosong sehingga pelayanan tetap berjalan siaga dan waspada.

Saat ini ada 6 personil Pos regu 2, Damkar Sanga Desa,yakni Ari firmasyah (Danru),Rusmadi,Rahnus,Aries,Hartoto dan Agus Lupiansyah.
Dengan rutin pembagian piket 2 Ship, siang dan malam.
 

Sementara itu, Kepala Bidang Damkar dan Pol PP Kabupaten Musi Banyuasin, Dendi Suhendar, SE, M.Si, mengapresiasi kinerja jajarannya yang sigap dan tangguh. 
Ia menyampaikan hal senada mengenai kinerja tim lapangan yang sudah berjuang sekuat tenaga.

Lebih lanjut, Dendi juga menyinggung ketersediaan sarana dan prasarana penunjang tugas.
Menurutnya, secara rutin melakukan pengecekan dan pemeliharaan sarpras agar selalu dalam kondisi siap pakai.

Namun, kebutuhan akan penambahan Armada damkar masih menjadi tantangan utama saat ini.
 

"Kami terus melakukan upaya pengecekan sarana dan prasarana secara berkala agar kondisi peralatan tetap terjaga. Usulan penambahan unit tangki mobil pemadam kebakaran untuk wilayah Kecamatan Sanga Desa sebenarnya terus kami ajukan. Namun, karena saat ini sedang ada kebijakan efisiensi anggaran, kami terpaksa harus terus bersabar dan menunggu realisasi penambahan unit tersebut,tetapi tim dilapangan juga menambahkan mesin air,sebagai sarana tambahan mesin air di mobil damkar,." papar Dendi.
 
Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, semangat para petugas damkar tetap tidak surut. 
Dedikasi tim mereka,menjadi garda terdepan keselamatan warga, membuktikan bahwa nyawa dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di atas segala keterbatasan yang ada.
Walaupun faktanya Tim Damkar juga pertaruhkan nyawa dalam mengemban tugas selaku pemadam api. (SBA).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update