Setiap hari aktivitas perusahaan melintas di jalan tanah tanpa penyiraman maksimal. Ditambah tumpukan batubara di stokfile yang dibiarkan terbuka. Akibatnya debu beterbangan ke rumah, sekolah, dan lahan pertanian warga.
Menurut warga, debu yang beterbangan setiap hari akibat lalu lalang aktivitas perusahaan menyebabkan gangguan kesehatan, terutama ISPA, serta mengotori rumah dan tanaman warga.
"Kami sudah lama dirugikan. Jalan tanah dilewati setiap hari, debunya masuk rumah. Stokpile batu bara juga tidak ditutup. Kami minta perusahaan bertanggung jawab. Kami seperti tinggal di tengah kabut debu. Napas sesak, rumah kotor terus. Ini sudah lama tapi tidak ada solusi dari perusahaan dan pemerintah setempat," ujar salah satu warga yang tidak mau dipiblikasikan.
Warga mendesak perusahaan segera Menyiram jalan hauling minimal 3x sehari. Menutup stokfile batubara dengan penutup atau penyemprot kabut
Dan Bertanggung jawab atas dampak kesehatan dan lingkungan
Publik mendesak Pemerintah dan DLH segera turun mengecek kesehatan warga sekitar dan menindak jika ada pelanggaran yang di abaikan perusahaan sekitar. Apabilah permasalahan ini di abaikan besar kemungkinan akan gelombang aksi masa menutup kedua jalan yang ada di pangkalan Bulian.











