Insiden ini menjadi sorotan publik karena di saat warga sedang gempar menyuarakan kerusakan infrastruktur jalan lintas tengah dari awal tahun 2026 yang di komandoi Ketua LSM Geram dan gabungan LSM,Masyarakat dan Pers yang sampai saat ini belum diperbaiki secara optimal,tiba-tiba dikagetkan dengan informasi kecelakaan maut yang melibatkan Bus ALS dan mobil tangky BBM. Publik menduga faktor utama penyebab insiden tersebut akibat dari jalan rusak karena sebelum kejadian insiden Bus ALS tersebut Jalan di wilayah Sumsel khususnya jalan lintas tengah dari Sekayu -Lubuk Lingau sedang mengalami rusak parah.
Atas kejadian insiden maut itu warga mendesak Presiden RI Prabowo Subianto agar hadir menjunjau perbaikan ruas jalan lintas tengah Penghubung Sekayu -Musi Rawas - Musi Rawas Utara yang kini dijuluki sebagai Kubangan Kerbau.
Seperti yang di ungkapkan Hendri.SE aktivis lingkungan sekaligus toko Pemuda Kecamatan Sanga Desa ia mengatakan,". Tragedi tabrakan bus ALS dan truk tangki BBM di Karang Jaya Musi Rawas Utara menjadi alarm bagi pemerintah, bahwa buruknya tata kelola jalan di Sumatera selatan ini. Ia menilai, kerusakan jalan bukan lagi masalah kenyamanan, melainkan ancaman nyata bagi nyawa warga. Kejadian insiden kecelakaan maut ini bukan hanya terjadi dengan bus ALS saja melainkan sudah banyak insiden sebelumya yang melibatkan pengendara baik roda empat maupun roda dua,seperti sepeda motor masuk lobang,truk CPO terguling di bahu jalan,mobil trapel masuk rumah warga,dan Masi banyak insiden lain yang tidak di ketahui akibat pengendara menghindari lobang dalam di badan jalan.
“Kami meminta Pemerintah Pusat khususnya Gubernur Sumsel segera turun kelapangan cek kondisi jalan Lintas tengah awasi proyek yang sedang berjalan agar kualitasnya terjamin dan selesai tepat waktu. Jalan lintas ini adalah urat nadi transportasi nasional, tapi kondisinya seperti jebakan maut. Jangan tunggu memakan korban selanjutnya baru mau mulai bekerja untuk masyarakat,” tutur hen.
Terpisah Lekat Gonzales Ketua LSM Geram menyampaikan bahwa dirinya bersama Rekan Koalisi LSM Dan Pers bersama Masyarakat akan segera mengelar aksi demo Lanjutan karena sampai saat ini perbaikan jalan Lintas tengah terkesan Lamban,tidak menunjukan progres yang signifikan dan tidak memperhatikan Kualitas. Seperti jalan di Desa Beruge yang saat ini menjadi sorotan belum genap sepekan pengerasanya sudah menjadi bubur,beruntung jalan tersebut belum di aspal kalau tidak serta aspal ikut hancur dan jalan di desa Sugi waras sudah hampir tiga bulan di lakukan pengerasan sampai saat ini belum juga di aspal.ucap lekat









