Salah seorang warga, yang tidak mau di publikasikan, mngaku semenjak Perusahaan kelapa sawit PT.PPA tersebut beroperasi belum melihat program CSR yang dijalankan perusahaan untuk warga yang terdampak, seperti pembinaan UMKM atau pembangunan infratruktur lainnya.
“Semenjak beroperasi perusahan tersebut kami, belum pernah merasakan manfaat CSR dari PT. PPA Justru keluhan yang kerap muncul dari warga adalah terkait sengketa lahan dan Kebakaran Hutan,dulu jarang ada kebakaran pak disini tapi sekarang sering kebakaran. Selain itu kelestarian sungai jadi rusak dulu Masi ada spot-spot buat mancing namun sekarang tidak ada lagi yang ada cuma parit yang tidak ada ikan,semua spot anak sungai sudah tertimbun di Tanak pohon sawit ” ujarnya.
Selain persoalan lingkungan, warga juga meminta perusahaan untuk bersikap terbuka terkait pelaksanaan program TJSL yang telah dijalankan selama ini. Informasi yang diharapkan antara lain mencakup jenis kegiatan yang telah dilaksanakan, lokasi penerima manfaat, besaran anggaran yang digunakan, hingga capaian hasil program.
Keterbukaan tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui pelaksanaan program CSR sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga dan ketentuan yang berlaku.
Sementara Humas PT.PPA Afriyatno saat di konfirmasi tidak membenarkan informasi tersebut,dirinya menyebut hanya miskomunikasi mungkin ada orang yang tidak senang atau tidak sejalan dengan perusahaan,kehadiran PT.PPA di Desa Air balui sudah sangat membantu warga terutama dalam hal CSR. Kami pernah melakukan pembukaan jalan sampai ke trans JUD,pembuatan embung air atau tempat penampungan air bersih. Bahkan setiap kali ada kebakaran kami yang menjadi garda utama dalam menanggulangi api disini.tutupnya











