Sumur galian warga yang biasa digunakan untuk mendapat air bersih dengan kedalaman mencapai 20 meter sudah tidak mengeluarkan air sama sekali. Kondisi ini memaksa warga mencari sumber air alternatif.
"Demi bertahan hidup mendapat air bersih, warga terpaksa menggali sumur darurat di dalam sungai. Tapi hasilnya sangat sedikit. Air yang didapat hanya cukup untuk masak dan minum. Untuk mandi dan MCK terpaksa ditunda," ujar salah satu warga.
Foto yang diambil 23 Agustus 2026 pukul 12.48 WIB menunjukkan sumur gali yang telah dikeringkan dan diberi pagar kayu sederhana. Jerigen merah digantung di pagar sebagai penanda.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan air bersih melalui truk tangki, pengeboran sumur dalam, atau pembangunan embung.
"Kami mohon bantuan. Kalau kemarau terus begini, kami bingung mau dapat air mana lagi,sumur kami sudah kering.harap warga.
Sementara Camat Kecamatan Plakat Tingi tidak bisa di hubungi untuk konfirmasi terkait keluhan warga,nomor washapp tidak aktip.











