Keluhan itu disampaikan langsung oleh warga.
Pagi kabut mbau asap, siang dikit kabut lantak debu, hinggo eh tonggorokan kak la serak sakit," ujar salah satu warga mewakili masyarakat Desa Ngulak 3, Jumat 28 Agustus 2026.
Menurut warga, perubahan cuaca ekstrem ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Anak-anak sekolah dan lansia menjadi kelompok yang paling terdampak. Banyak warga mulai merasakan batuk, pilek, mata perih, hingga tenggorokan serak dan sakit.
"Keluar rumah sebentar bae lah batuk-batuk. Anak sekolah jugo banyak yang izin karno sakit. Kami minta tolong pemerintah cepat nanganin ini," tambah warga lainnya.
Kondisi kabut asap diduga kuat berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah Muba, ditambah debu jalan yang kering akibat kemarau panjang.
Warga Desa Ngulak 3 berharap ada perhatian serius dari Pemkab Muba, BPBD, dan Dinas Kesehatan. Mereka meminta bantuan berupa pembagian masker gratis, layanan kesehatan, dan upaya pemadaman titik api,dan Penyiraman berkala di titik -ttitik ruas jalan yang rusak di depan rumah warga,jalan Lintas Tengah dari perbatasan Musi Rawas Sampai dengan Sekayu.
"Kami cuma biso berdoa semoga cepat turun hujan. Tapi sebelum hujan, tolong kami dikasih masker dan diobati dulu," harap warga.











