KilasSumatera.com
OKI - Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO Indonesia) Kabupaten OKI menyoroti berita Viral di Medsos akun Facebook milik "RS" terkait calo Kepsek dan juga calo proyek pada Disdik OKI yang diduga mencapai Rp.1,7 Milyar rupiah yang diduga melibatkan Kabid dan Sekdin Pendidikan OKI.
Dikatakan Aliaman selaku Ketua DPD IWO Indonesia, istilah kata pepatah "TIDAK ADA ASAP KALAU TIDAK ADA API" itu tidak bisa dianggap enteng atau remeh.
Awak media telah memberitakan baik dari sumber informasi yang beredar dimedsos maupun hak jawab dari pihak Dinas Pendidikan OKI itu sudah benar dan sesuai dengan Undang Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Namun menurut dia, hal tersebut tetaplah harusnya menjadi atensi dari Kepala Dinas Pendidikan OKI, Inspektorat OKI dan juga Pihak Kepolisian dan Kejaksaan, karena hal ini sudah menjadi asumsi publik, terangnya.
Publik tidak hanya disajikan berita mengenai hal tersebut, namun pemerintah juga dalam hal ini pihak yang berwenang harus cepat tanggap, sigap dan memberikan contoh yang baik guna mendukung kinerja pemerintah menuju Pemerintahan yang baik Good Governance yang bebas korupsi kolusi dan nepotisme, apalagi spanduk HAKORDIA masih terpajang ditiap Kantor maupun institusi pemerintahan lainnya, ujarnya.
Untuk itu kita berharap, kiranya Kadin Pendidikan OKI segera melaporkan hal ini ke Inspektorat OKI dan Inspektorat OKI kiranya dapat segera membentuk tim Investigasi guna melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hal tersebut.
Begitu juga halnya kepada Aparat Kepolisian dan Kejaksaan OKI khususnya, kiranya juga dapat melakukan penyelidikan terhadap hal tersebut, karena informasi ini sudah jelas dan sudah menjadi rahasia publik, harapnya.
Sebelumnya, terkait informasi adanya dugaan Konspirasi Calo Calon Jabatan Kepsek dan Calo Proyek
Kepala Dinas Pendidikan OKI, Muhammad Refly MS melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) pada Disdik OKI Heriyanto menegaskan
"Jadi terkait informasi yang ada dimedsos mengenai ada calo jabatan untuk kepala sekolah dan calo proyek itu merupakan informasi yang tidak benar dan mengada-ada dan merupakan suatu fitnah, tegas Heriyanto saat memberikan klarifikasinya kepada awak media ini diruang kantornya, Senin (5/1/2026).
Jadi isu isu yang ada dimedsos atau ditengah masyarakat itu mengenai Calo calo Kepala Sekolah Itu Tidak Benar, tegasnya.
"Jadi isu yang viral di media sosial Facebook itu Tidak Benar dan tidak ada sama sekali dan itu hanya ada maksud untuk menjatuhkan nama institusi pendidikan," tegasnya.
Terkait masalah calo proyek, proyek tahun 2025 kan sudah berjalan dan sudah selesai, tutupnya. (IWO Indonesia)









